<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="FeedCreator 1.7.2" -->
<rss version="2.0">
	<channel>
		<title>Joomla! powered Site</title>
		<description>Joomla! site syndication</description>
		<link>http://www.liaeden.info/indonesia</link>
		<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 05:10:27 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://www.liaeden.info/indonesia/images/M_images/joomla_rss.png</url>
			<title>Powered by Joomla!</title>
			<link>http://www.liaeden.info/indonesia</link>
			<description>Joomla! site syndication</description>
		</image>
		<item>
			<title>Penjelasan Gempa yang Tak Terbukti</title>
			<link>http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=336&amp;Itemid=34</link>
			<description>Penjelasan Ruhul KudusSoal Ramalan Gempa yang Tak Terbukti
Atas Nama Tuhan Yang Maha Perkasa
Penghapusan Agama Islam Ingin Kuungkit Melalui Risalah Gempa
Sulit mengakui kegagalan, tapi peringatanku tentang gempa di Jakarta itu bukanlah sebuah kegagalan ramalan. Kepadaku segala penjelasan keadaan yang dituju Tuhan, yang sedang diramu.
Baru-baru ini, kami telah mengejutkan dengan berita akan terjadinya gempa di Jakarta pada tanggal 23 Oktober 2006. Dan itu bukanlah isapan jempol yang konyol, melainkan sebuah keterangan lain pada taktik kami mencari perhatian agar terungkit Firman Tuhan tentang Penghapusan Agama Islam yang tak bergaung karena didiamkan saja. Semua pihak kami anggap tak sanggup membicarakannya secara terbuka karena ditakutkan hal itu akan menggoncangkan negara dan bangsa Indonesia dan bahkan dunia. Sementara aku berpedoman pada Firman Tuhan tersebut agar dapat melangsungkan pembenahan masalah keagamaan dan masalah dunia yang meruncing. </description>
			<category>Fatwa - 2006</category>
			<pubDate>Fri, 10 Nov 2006 01:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Pembuangan Lumpur Sidoarjo ke Laut</title>
			<link>http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=295&amp;Itemid=34</link>
			<description>Surat Terbuka Ruhul KudusMemperingatkan Pembuangan Lumpur Sidoarjo ke Laut
Atas Nama Tuhan Semesta Alam
Aku sudah menjanjikan penghentian luapan lumpur di Porong-Sidoarjo. Release-ku di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tertanggal 14 Juni 2006, mengapa tak ditanggapi? Aku sangsi Anda semua sanggup bertahan dari luapan murka Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi. 
Anda perlu tahu, bahwa sesungguhnya luapan lumpur di Porong-Sidoarjo itu hanyalah pressure untuk bangsa Indonesia, agar mau mengakui Kerajaan-Nya. Kalau tidak karena itu, luapan lumpur Porong-Sidoarjo takkan menjadi seburuk itu. Kekeramatan Kerajaan Tuhan perlu terkemukakan. Apalah artinya mengalah untuk sesuatu yang maha besar? Kalau tak karena demi Kerajaan-Nya, kuasa Tuhan takkan dinyatakan seperti itu. 
Wahai umat manusia, Tuhan yang sedang murka itu bukanlah yang maha kejam. Kalianlah yang tak mau menghargai-Nya. Kerajaan-Nya sangat ingin dikemukakan oleh-Nya. Kalian diperingatkan agar mengagendakan taubat nasional, tetapi tak mau. Permintaan yang baik dan yang dibutuhkan tak dianggap perlu. Kalau itu saja enggan Anda lakukan, sementara Kerajaan-Nya harus bertahta, betapa tak ada lagi cara untuk menghadirkan pertaubatan dan penghargaan atas eksistensi Kerajaan-Nya di tengah bangsa ini. </description>
			<category>Fatwa - 2006</category>
			<pubDate>Wed, 04 Oct 2006 01:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Surat untuk Presiden SBY perihal Peringatan Gempa Jakarta</title>
			<link>http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=282&amp;Itemid=34</link>
			<description>Surat Terbuka Ruhul Kudus untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
Kepada Yang Dimuliakan Paduka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa
Kami haturkan selayang pandang suratan takdir Tuhan yang akan menimpa Jakarta. Dan sejalan dengan itu, uraian pandangan kami menyertakan apa-apa yang perlu kami peringatkan, yaitu:

    
    Kiranya Bapak Presiden perlu mengingatkan siaga keadaan darurat pada wilayah yang telah kami ramalkan akan tertimpa bencana. Dan Pemerintah Indonesia yang telah kami persiapkan menghadapi bencana itu kiranya sudah berkenan mengamankan segala hal yang dapat diamankan sejak dini sebelum bencana tersebut datang menimpa. 
    
    
    Diwajibkan penghikmatan terhadap Eden, Kerajaan Tuhan, oleh bangsa Indonesia setelah bencana itu terjadi, karena itu bukanlah bencana alam yang terakhir. Tsunami merupakan bahaya besar lainnya yang akan terjadi menyusul gempa besar di Laut Selatan. Seandainya malapetaka besar masih tersisa, itu disebabkan sikap pemerintah dan bangsa Indonesia yang tak taat kepada kami. 
    
    
    Pembinasaan bangsa Indonesia oleh Allah Subhanahu Wa Ta&amp;rsquo;ala sudah kami maklumatkan, apalagi Pengadilan Tinggi Jakarta telah mengukuhkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas vonis 2 tahun penjara bagi Lia Eden sebagai tanggapan atas permohonan banding Tim Jaksa Penuntut Umum. Setiap ketetapan sikap pengadilan/pemerintah terhadap Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman senantiasa mendapat tanggapan Tuhan secara pasti. Untuk itu, tiada persyaratan bagi pemerintah dan bangsa Indonesia yang lain, selain mentaati Ruhul Kudus dan berhikmat pada Kerajaan-Nya di Eden. 
    
</description>
			<category>Fatwa - 2006</category>
			<pubDate>Mon, 02 Oct 2006 01:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Peringatan Bencana Gempa di Jakarta</title>
			<link>http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=281&amp;Itemid=34</link>
			<description>Doa Ruhul Kudus bagi Bangsa Indonesia
Atas Nama Tuhan Yang Maha Suci dan Maha Tinggi yang Tercinta
Kalaulah aku sekarang ini sengaja melayangkan doa Ruhul Kudus ke masyarakat, itu karena tak ada lagi yang dapat kulakukan untuk memenuhi harapan mendapatkan keringanan Tuhan. 
Atas nama Tuhan Yang Maha Esa, aku berdoa: &amp;ldquo;Ya Tuhan Yang Maha Mengasihi, aku perintah-Mu yang khusyuk berdoa kepada-Mu. Atas nama Eden yang Engkau cintai dan untuk bangsa Indonesia yang terpilih oleh-Mu, hamba bersimpuh berdoa memohon kepatutan pembalasan dari apa-apa yang sedang Engkau murkai. Dan demi rasa iba dan Maha Pengasih-Mu, hamba memohon sudilah kiranya malapetaka yang sedang menuju pada waktunya itu dapat Engkau ringankan dan terolah menjadi penghikmatan kepada Engkau dan Kerajaan-Mu di Eden. </description>
			<category>Fatwa - 2006</category>
			<pubDate>Sat, 23 Sep 2006 01:00:00 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Surat untuk Presiden SBY perihal Penyakit Kutukan</title>
			<link>http://www.liaeden.info/indonesia/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=284&amp;Itemid=34</link>
			<description>Surat Terbuka Ruhul Kudusuntuk Presiden Republik IndonesiaSusilo Bambang Yudhoyono
Atas Nama Tuhan Yang Maha Kasih dan Penyayang
Aku, Jibril Ruhul Kudus, kembali mengirim surat kepada Paduka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Adapun suratku ini menjadi pengantar pemberitahuan Allah Subhanahu Wa Ta&amp;rsquo;ala yang segera menegakkan Kerajaan-Nya di negeri ini. Daripadanya, Dia tak lagi bersedia terundurkan hanya karena kami telah dianggap tidak benar dan mengada-ada. Oleh karena itu, kami menjelaskan bahwa dengan adanya keadaan tersebut di atas, maka perubahan yang dikehendaki Allah Subhanahu Wa Ta&amp;rsquo;ala tak akan lagi bergantung kepada Paduka Presiden dan bangsa Indonesia. Maka tibalah saatnya Tuhan mengeraskan tekanan-Nya, yaitu melalui penyakit kutukan, penyakit gatal yang akut dan ganas yang tertuju kepada semua yang dianggap tak menyetujui adanya Kerajaan Tuhan.  
Karena penyakit itu bukan berasal dari serangan virus, melainkan kutukan Tuhan secara langsung, penyakit itu berada dalam kategori keridhaan Allah atau kekesalan-Nya. Lebih ringan bila orang tak melakukan pengutukan dan tak pernah ikut menzalimi, sebaik mereka hanya menjalankan tugasnya memenjarakan Utusan Tuhan. Dan menjadi buruk penyakitnya bila menimpa orang yang berkewenangan dan tahu masalah serta terlibat dalam kesengajaan pemenjaraan terhadap Rasul-Nya. </description>
			<category>Fatwa - 2006</category>
			<pubDate>Wed, 06 Sep 2006 01:01:00 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
