|
Aku telah murka. Tak ada alasan lagi bagi-Ku untuk menahan bencana-bencana yang telah Kuancamkan. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tak mempedulikan Fatwa-Ku dan Sumpah-Ku yang terkeramat. Dan tak memandang karunia-Ku yang terbesar yaitu Surga Kerajaan-Ku. Pemerintah Indonesia Kuanggap telah gegabah menilai Lia Eden dan komunitas Eden itu sesat dan menyesatkan. Telah valid tuduhan itu karena kementrian agama telah memfatwakan atas nama pemerintah.
Para ulama Indonesia masgul mendengar adanya Kerajaan Tuhan yang didirikan komunitas Eden. Mengapa kamu menolaknya, padahal yang dikatakannya itu adalah kemenangan yang tertinggi di sisi-Ku? Dan itu adalah karunia rahmat-Ku yang tak terbatas besarnya.
Pernahkah kamu merasakan Surga, padahal itu adalah janji-Ku yang sedang Kutepati? Adakah kamu tak menginginkan di dunia ini ada Firman-firman-Ku, padahal di Kerajaan-Ku-lah turun fatwa-fatwa perdamaian dan penyelesaian masalah yang menggunung dan melangit? Dan adakah kamu tak menginginkan Aku menegakkan kembali supremasi hukum, padahal di Kerajaan Ruhul Kudus-lah terdapat Mahkamah Allah?
Adalah kamu kaum yang buta dan tak mendengar. Adalah kamu kaum yang bengis dan suka menganiaya dan menyenangi anarkisme. Jadilah, maka jadilah hukuman pembalasan-Ku. Janganlah kamu mengira segala malapetaka yang datang secara beruntun itu hanyalah fenomena alam dan tak terkait dengan penganiayaan terhadap utusan-Ku. Sungguh malapetaka-malapetaka itu secara langsung terkait dengan penganiayaan terhadap Lia Eden dan komunitasnya, dan terutama oleh karena penolakan atas Kerajaan-Ku.
Selamatkan dirimu dari terpaan pembalasan-Ku. Adapun akibat langsung atas penolakan terhadap Kerajaan-Ku ini adalah dominasi kekuatan kerajaan iblis di atas bumi, terkhusus negara Indonesia.
Dominasi kerajaan iblis ini menyerupakan kriminalitas metafisis dengan segala cara. Dan tak dapat ditanggulangi dengan cara apa pun. Ketika Surga dimusuhi, Neraka pun sempurna. Ketika Kerajaan Tuhan ditolak, kerajaan iblislah penggantinya.
Polda Metro Jaya, 5 Januari 2005
|