Surat untuk Majelis Hakim dan JPU PDF Print E-mail
Fatwa Malaikat Jibril - 2006
Article Index
Surat untuk Majelis Hakim dan JPU
Penuhanan Nyi Loro Kidul
Penghalalan Daging Babi
Ayat Reinkarnasi
Kesalahan MUI
Pensucian Api
Perubahan Menjadi Iblis
Kerajaan Tuhan Pasti
Penggenapan An Najm

Dari Mahkamah Allah

Surat Terbuka
untuk Majelis Hakim yang Diketuai Lief Sofijullah
dan Tim Jaksa Penuntut Umum yang Diketuai Salman Maryadi
atas Persidangan Kasus Lia Eden
di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat

Atas Nama Tuhan Yang Maha Adil dan Maha Perkasa

Murka Tuhan atas Keputusan Sela Majelis Hakim 

Dan Atas Nama Tuhan Yang Maha Penyayang, kami menyuarakan suara Tuhan yang berbelasungkawa atas tewasnya korban gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah. Kepada-Nya-lah semua terpulang. Semoga kejadian berat itu sanggup mengembalikan ketauhidan dan menyadarkan kesalahan Majelis Hakim dalam keputusan selanya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili kasus Lia Eden. 

 

Al Quran Surat Yuunus ayat 36:

Yuunus ayat 36

“Dan kebanyakan mereka hanyalah mengikuti persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak dapat mengalahkan kebenaran sedikit pun. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat”.

Sungguh Majelis Ulama Indonesia telah menyesatkan seluruh bangsa Indonesia dan pula Majelis Hakim dan Tim Jaksa Penuntut Umum Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang mengadili Lia Eden karena telah terus berlanjut fitnah yang menimpa Lia Eden. Fatwanya telah dikukuhkan pemerintah melalui pernyataan Menteri Agama dan Jaksa Agung. Penegasan itu telah menjadikan Lia Eden tak diadili sebagaimana mestinya.

Tuduhan penodaan agama terhadapnya sudah dipastikan akan dikuatkan secara hukum, tanpa keinginan menimbang penilaian yang lain. Melihat hal itulah, kami memerintahkan Lia Eden dan Komunitas Eden memakai baju berkabung berwarna hitam dan membawa simbol kerajaan berupa logo emas seberat 1 kg agar dapat diketahui bahwa kami telah mengetahui gelagat ketidakadilan pengadilan atas diri mereka. Simbol kerajaan emas yang dibawanya ke kursi terdakwa menandakan penegasan bahwa yang diadili itu adalah ratu yang bertahta di Eden, Kerajaan Tuhan. Karenanya, Tuhan juga tak ingin membahaskannya dengan cara yang lain juga. Dan percayalah, bencana-bencana dahsyat berdatangan di bulan Mei - Juli 2006, selama persidangan Lia Eden. Dan telah kami beritahukan ancaman murka Tuhan atas fitnah dan penganiayaan atas Lia Eden dan Muhammad Abdul Rahman sebelumnya.

Dan kini telah terjadi sebagian dari ancaman murka-Nya yang telah kami sampaikan. Gunung Merapi telah meluapkan lava pijar dan awan panasnya. Gempa di Yogyakarta dan Jawa Tengah telah pula terjadi. Berapa banyak korbannya, takkah itu lebih berat daripada sekedar mau memahami kami?

Mengapa tak juga Anda menyadari hal itu sebagai penggenapan murka Allah atas apa-apa yang terjadi terhadap Kerajaan-Nya dan Lia Eden serta Komunitas Eden. Fitnah-fitnah yang berkepanjangan telah dibenarkan oleh Tim Jaksa Penuntut Umum dan Majelis Hakim melalui fatwanya dalam keputusan sela yang telah menolak eksepsi Tim Pengacara Lia Eden. Padahal eksepsi Tim Kuasa Hukum Lia Eden terjabarkan dalam bahasa hukum dan kebenaran yang amat gamblang. Pembelaannya atas kebebasan beragama tak mungkin salah, tapi bagaimana mungkin hal itu ditolak?

Adapun kami anggap bahwa hasil keputusan sela itu telah menafikan seluruh isi risalah kami yang di dalamnya terkandung Firman-firman Tuhan dan Sumpah-sumpah-Nya yang sangat keramat dan bertulah. Petunjuk-petunjuk-Nya yang baik lagi bijak sama sekali tak dianggap sebagai kebenaran apalagi sebagai Firman-Nya.

Kebenaran apa lagi yang ingin dipertanyakan, padahal Firman-firman Tuhan yang telah turun dan Sumpah-sumpah-Nya itu sungguh sangat sakral dan keramat serta mustahil dusta. Sungguh pengingkaran atas hal itulah yang telah mampu mendatangkan bencana-bencana dahsyat.



 
 

Galeri Foto

Galeri Foto Eden
Menu Utama
Home
Rahasia
Wahyu Tuhan
Fatwa Malaikat Jibril
Lembaran Eden
Gizi untuk Jiwa
Galeri Foto
Kidung Eden
Profil
Search
Site Map
Wahyu Terbaru
Syndicate