Surat untuk Presiden SBY perihal Peringatan Gempa Jakarta PDF Print E-mail
Fatwa Malaikat Jibril - 2006

Surat Terbuka Ruhul Kudus
untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Kepada Yang Dimuliakan
Paduka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 

Atas Nama Tuhan Yang Maha Esa

Kami haturkan selayang pandang suratan takdir Tuhan yang akan menimpa Jakarta. Dan sejalan dengan itu, uraian pandangan kami menyertakan apa-apa yang perlu kami peringatkan, yaitu:

  1. Kiranya Bapak Presiden perlu mengingatkan siaga keadaan darurat pada wilayah yang telah kami ramalkan akan tertimpa bencana. Dan Pemerintah Indonesia yang telah kami persiapkan menghadapi bencana itu kiranya sudah berkenan mengamankan segala hal yang dapat diamankan sejak dini sebelum bencana tersebut datang menimpa.
  2. Diwajibkan penghikmatan terhadap Eden, Kerajaan Tuhan, oleh bangsa Indonesia setelah bencana itu terjadi, karena itu bukanlah bencana alam yang terakhir. Tsunami merupakan bahaya besar lainnya yang akan terjadi menyusul gempa besar di Laut Selatan. Seandainya malapetaka besar masih tersisa, itu disebabkan sikap pemerintah dan bangsa Indonesia yang tak taat kepada kami.
  3. Pembinasaan bangsa Indonesia oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala sudah kami maklumatkan, apalagi Pengadilan Tinggi Jakarta telah mengukuhkan keputusan Pengadilan Negeri Jakarta Pusat atas vonis 2 tahun penjara bagi Lia Eden sebagai tanggapan atas permohonan banding Tim Jaksa Penuntut Umum. Setiap ketetapan sikap pengadilan/pemerintah terhadap Lia Eden dan Muhammad Abdul Rachman senantiasa mendapat tanggapan Tuhan secara pasti. Untuk itu, tiada persyaratan bagi pemerintah dan bangsa Indonesia yang lain, selain mentaati Ruhul Kudus dan berhikmat pada Kerajaan-Nya di Eden.

Paduka Presiden, setelah ketiga hal yang kami uraikan tersebut, kiranya dapat menjadikan Anda menyadari bahwa sesungguhnya kami telah memperlihatkan kesungguh-sungguhan kami untuk menyelamatkan bangsa Indonesia sejak dini sampai saatnya pembinasaan yang tidak dapat dihindarkan. Terlampir peta wilayah Jakarta yang akan tertimpa bencana gempa. Penolakan atas Kerajaan-Nya menjadikan Tuhan terpaksa memusnahkan jantung kota Jakarta, pusat ibukota negara, karena luapan lumpur di Porong-Sidoarjo belum dianggap sebagai tulah kutukan akibat kekualatan terhadap kami dan Kerajaan-Nya. 

Surat peringatan kami bertebaran ke segala penjuru sejak lama, tapi tak dianggap. Kalaulah kami ini telah nyata bersungguh-sungguh berupaya selalu meringankan kutukan Tuhan, maka jangan pernah lagi membiarkan tawaran pertolongan Tuhan yang kami bawakan kali ini ditolak dan tak dihiraukan lagi. Niscaya kami selalu berada di tengah, menjadi pertolongan Tuhan bagi umat manusia, tapi juga adalah Hakim Allah yang mengurusi bencana-bencana penghakiman. Oleh karena itu, kiranya Paduka Presiden dapat mengandalkan kami untuk memperbaiki keadaan dunia dan negeri ini.

Atas nama Tuhan Yang Maha Esa, perbaikilah sikap bangsa ini terhadap kami dan Kerajaan-Nya. Kepada Paduka Presiden Susilo Bambang Yudhoyono-lah keringanan atau kehancuran nasib bangsa Indonesia, dan aku, Ruhul Kudus, sudah berulang kali memberikan peringatan-peringatan yang jelas dan sudah terbukti kebenarannya. Semoga peringatan kami kali ini mendapat perhatian. Terima kasih.

Jakarta, 2 Oktober 2006

Image
Jibril Ruhul Kudus

 
 

Galeri Foto

Galeri Foto Eden
Menu Utama
Home
Rahasia
Wahyu Tuhan
Fatwa Malaikat Jibril
Lembaran Eden
Gizi untuk Jiwa
Galeri Foto
Kidung Eden
Profil
Search
Site Map
Wahyu Terbaru
Syndicate