|
Wahai anak-anak-Ku yang sabar dan mulia, kau selalu sabar di dalam Ujian-ujian-Ku dan kau selalu mulia menjaga sikap walau kau sedang dipermalukan. Tidaklah Aku mempermalukanmu bukannya tanpa sengaja, melainkan itu semua adalah ujian ketawakalanmu.
Dan apabila kau tak menggerutu atau pergi menjauh dari-Ku karena dipermalukan, maka Kubalikkan itu menjadi rasa cinta, menjadi rasa kekaguman kepada-Ku.
Wahai anak-anak-Ku, kau telah dipermalukan, tapi Aku akan gantikan dengan rasa kagum. Jadilah mereka semua, jadilah bangsamu kagum. Karena sesungguhnya, apabila nubuah itu tak terlihat dan mereka melecehkan dan mereka sungguh-sungguh melecehkan, ternyata ada tanda-tanda nubuah itu benar, maka setelah kau bertakwa, bertakwa mengakui dosa-dosamu, bertakwa bersedia disucikan sepanjang waktu, demi suci yang memancar, demi keikhlasan yang menyegarkan hati nurani setiap orang, demi kebahagiaan daripada kepedihan hati dipermalukan, demi cinta-Ku kepadamu yang suci, Kubalikkan keadaan dan kau menjadi terkenal karena pernah dilecehkan, karena pernah dianggap berdusta. Maka Kami jadikan nubuah itu sehingga mereka tahu bahwa kau memang benar, bahwa kau benar-benar adalah Rasul-Ku. Kemuliaan yang tampil dari pelecehan, kebenaran yang tampil dari hujatan dan disalahkan, itulah kesucian, itulah kebenaran sejati bersama-Ku.
Jadilah suci sebagaimana hari ini kalian semua telah bersuci. Inilah malam pengakhiran bulan suci Ramadhan. Dan inilah kaum-Ku yang benar-benar memaknai bulan suci Ramadhan. Jadilah suci anak-anak-Ku karena kepadamu kemuliaan yang Kujanjikan. Percayalah.
(Paduka Bunda: Amin, ya Allah. Terima kasih, ya Allah)
Di dalam Fatwa-Ku ini terkandung mukjizat kebenaran, terkandung mukjizat aura kesucian dan kebenaran dari-Ku.
Wahai anak-anak-Ku, pandanglah dirimu di dalam pakaian sucimu itu dan baju itu. Hari ini Kutambahkan auranya, auranya yang indah, baunya yang harum dan cinta yang gemerlapan, kesucian yang gemerlapan.
Wahai anak-anak-Ku, bersyukurlah kamu karena aura kesucianmu semakin meningkat, semakin jauh perbedaannya dengan orang-orang yang berwajah mesum, wajah-wajah pendosa yang gelap, senyumnya pun seakan menyeringai, namun senyummu indah, polos bagaikan senyuman malaikat dan bidadari, bagaikan senyuman seorang bayi, bagaikan senyum-Ku.
Wahai anak-anak-Ku, aura kecantikanmu dan ketampananmu pun Kutambah. Penyakit-penyakitmu pun Kusembuhkan. Akalmu pun semakin Kucerdaskan. Rezekimu pun Kutambahkan.
Wahai anak-anak-Ku, dari rezeki mengobatimu pun saja bisa bertambah karena energi penyembuhan dari tanganmu dan kemakbulan doamu semuanya Kutambahkan. Dan minumkanlah air Salamullah, minumkanlah minyak Eden, maka kesembuhan itu semakin cepat dan manjur.
Semua kebaikan, semua yang kau butuhkan, semenjak malam ini Kutambahkan. Alangkah mudahnya mendapatkan Rahmat-Ku, alangkah mudahnya mendapat Mukjizat-Ku, alangkah mudahnya mendapatkan Kasih Sayang dan Cinta-Ku, alangkah mudahnya mendapatkan keselamatan dan pengayoman dan perlindungan dari-Ku, hanya mengakui dosa-dosamu saja. Maka, cintailah Aku dan sucilah selalu dan akuilah dosa-dosamu selalu agar kekal Cinta-Ku kepadamu, kekal pula Rahmat-Ku kepadamu.
(Paduka Bunda: Amin, ya Allah. Terima kasih, ya Allah. Terima kasih, ya Allah)
Mahoni, 13 November 2004 – Pukul: 20.30 |