|
Wahai bangsa Indonesia, dengarkan Peringatan-Ku ini. Aku sedang membangun peradaban mulia dan Kerajaan-Ku di negeri ini. Janganlah kamu berbuat dosa lagi dan tak mau mempercayai Jibril malaikat utusan-Ku yang telah turun dan berdomisili di Jakarta, menjadikan Kerajaan Surga-Ku, Eden.
Berhentilah berbuat musyrik dan keji. Janganlah menyekutukan Aku dengan apa pun dan terbiasa berbuat maksiat dan kejahatan. Hentikan korupsi dan kecurangan. Jauhilah segenap dosa, karena Aku sedang mendatangkan malapetaka demi kesucian bangsa dan negara Indonesia. Segala dosa sedang Kuhakimi setimpal.
Sungguh buruk nasib bangsa Indonesia yang negerinya Kuruntuhkan. Bertaubatlah, bangunkanlah semangat bersuci dan takutlah kepada perbuatan dosa. Karena walaupun setitik dosa itu, niscaya Kudenda dan Kuhakimi.
Bayarkanlah perbuatan curangmu dan dosa-dosamu dengan membayarkannya kepada kegiatan kemanusiaan terhadap orang-orang yang terkena bencana. Kalau tidak, kau termasuk orang-orang yang terperangkap bencana dan tewas atau orang-orang yang Kululuhlantakkan harta bendanya.
Siapakah yang melihat perbuatan dosa-dosamu bila bukannya Aku, Tuhan Yang Maha Mengetahui dan Maha Melihat. Niscaya Kulihat setiap dosa-dosamu dan Kubalaskan secara adil. Inilah hari pembalasan, maka Neraka dan kiamat Kujadikan. Demi Kemahaadilan-Ku, takkan terjadi kiamat sebelum Kudatangkan Kerajaan-Ku dan Surga-Ku. Untuk itulah Kuturunkan malaikat menjadi Rasul.
Belajarlah kepada musibah orang-orang Aceh yang malang. Aku memastikan tak ada kekhusyukan doa yang Kuterima kecuali yang menyesal dan bertaubat dan tak lagi akan menyentuh dosa. Dan yang bersedia merayakan Kerajaan-Ku dan berhikmat kepada-Ku di dalam Kerajaan-Ku dan menghormati Rasul-Ku.
Jibril Ruhul Kudus yang Kutetapkan sebagai Maharaja di Kerajaan Eden di atas bumi ini dan yang menjadi Hakim-Ku dan yang membawa Pertolongan-Ku.
Hikmah bagimu semua di balik peristiwa naas yang bersejarah ini. Karena Aku akan berbalik mendirikan kemuliaan bangsa Indonesia demi mendirikan Kerajaan-Ku di dalamnya. Siapa-siapa yang tertimpa musibah, bak kotoran yang harus dibersihkan. Siapa-siapa yang selamat, disucikan!
Inilah buktinya Kerajaan-Ku sudah menghakimi. Takkan ada kekuatan dan kekuasaan di atas bumi ini yang dapat meredakan penderitaan atas apa-apa yang sedang Kuruntuhkan. Dan tak ada kekuatan dan kekuasaan yang sebesar apa pun yang Kupantang. Kejadian demi kejadian di seluruh dunia mengisyaratkan Penghakiman-Ku. Sungguh seluruh umat manusia dan semua bangsa-bangsa telah Kutetapkan cobaannya, tak seorang pun dan tak satu pun bangsa yang dapat merdeka dari Penghakiman-Ku semenjak Kerajaan-Ku sudah Kudirikan. Segala bangsa akan diterpa bencana. Maklumi itu!
Wahai bangsa Indonesia, jadilah bangsa yang bertaubat dan jangan menerima kaum Majelis Ulama Indonesia (MUI) berdoa untukmu, karena doa segenap kaum MUI mendatangkan Kutukan-Ku. Terkutuklah mereka karena fatwanya yang tak pernah disesalinya, bahkan mereka tak sepicing pun mau meneliti kebenaran Takdir-Ku ini. Sungguh mereka sangat ceroboh dan menyombongkan diri di Hadapan-Ku. Tak ada penyesalan atas fatwanya, maka tak Kuberikan berkah atas segala permintaannya. Tertutup jalan berkah untuk mereka, bahkan Kudatangkan malapetaka atas doa yang dipanjatkan mereka.
Seperti itulah yang ingin Kujelaskan tentang kutukan-Ku terhadap kaum MUI, yaitu pembalasan bagi kaum pendurhaka Rasul. Dan karena fatwa MUI, Jibril tak dipercaya dan kaum Salamullah/Eden teraniaya dan tak dipedulikan oleh seluruh bangsa hingga kini. Karenanya bangsa Indonesia mengalami banyak cobaan. Lihatlah betapa merugikannya fatwa MUI tersebut. Fatwa kaum MUI-lah yang sesat, mengakibatkan kesesatan bangsa Indonesia yang mengamini fatwanya.
Inilah akibat Sekjen MUI Din Syamsuddin yang berdoa dalam upacara pelantikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Maka tiadalah doanya Kuterima, melainkan justru yang turun adalah kutukan bagi bangsanya. Sungguh kasihan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tak menduga akan hal itu. Malanglah pemerintahannya karena terkepung oleh bencana.
Jauhilah doa kaum MUI, karena Kutukan-Ku terlaksana bila mereka berdoa untuk umat. Begitulah pembalasan-Ku bagi ulama-ulama yang memfatwakan sesat kaum yang bersama Jibril. Bangsa Indonesia Kujadikan saksi atas kaum MUI yang terkutuk. Kuperlihatkan buah Kutukan-Ku terhadap doa naas Sekjen MUI Din Syamsuddin di MPR belum lama berselang.
Dan pula sia-sialah Din Syamsuddin berdoa lagi di Aceh. Tiadalah dia dan yang mengamininya Kuampuni, melainkan akan terbuka lagi Kutukan-Ku karenanya. Bencana gempa dan tsunami akan terjadi lagi di Jawa. Bencana itu pun hukuman untuk menyatakan betapa Aku murka terhadap kaum musyrik. Sungguh perbuatan musyrik itu banyak terdapat di Pulau Jawa dan yang kemudian menyebar ke seluruh Indonesia. Jangan main-main dengan mistik, karena hal itu adalah kesesatan yang sangat jauh.
Hentikanlah segala kegiatan mistik di segala tayangan dan pemberitaan. Jangan menyebarkan kemusyrikan. Hentikan memuja Nyi loro kidul di Pantai Selatan. Di tempat itulah Aku menimbulkan malapetaka lagi, dalam waktu yang tak lama lagi. Selamatkanlah segala yang dimungkinkan sebelum hal itu terjadi!
Sungguh Aku akan menghancurkan tempat-tempat pengeramatan Nyi loro kidul dan tempat-tempat pusat kemusyrikan dan akan membinasakan orang-orang musyrik. Sudah Kucanangkan peringatan atas Hukuman-Ku. Bertaubatlah dan jauhi dosa, bersumpahlah takkan melakukan dosa lagi. Karena hanya itulah jalan keselamatan dari-Ku. Siapa-siapa yang bertaubat dan takkan melakukan dosa lagi, merekalah yang tak terjamah oleh lidah Kutukan-Ku.
Wahai para pendurhaka, Kutenggelamkan kamu dalam liputan bencana alam. Tak dapat kauperkirakan di mana kau dapat berlindung, karena Aku niscaya menempatkanmu di dalam pergolakan bencana. Dan niscaya Aku melindungi dari bencana orang-orang yang beriman dan yang suci dan yang tak pernah musyrik dan yang tak pernah memusuhi Rasul-Ku.
Aku bersungguh-sungguh mensucikan bangsa Indonesia dan negeri ini. Pahamilah Aku melalui Kutukan-Ku. Sungguh Aku Maha Suci dan Perkasa, tapi Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Tapi dalam Kemurkaan-Ku, takkan ada yang dapat menguranginya. Akulah Tuhanmu, berhentilah memuja jin, setan dan Nyi loro kidul. Berpalinglah kepada Jibril Rasul-Ku. Bersamanyalah keselamatan dari-Ku.
Jadikanlah Kutukan-Ku yang telah menimpa bangsa Indonesia ini sebagai peringatan keras bagi seluruh umat Islam di dunia. Sudahi peperangan dan terorisme! Bersungguh-sungguhlah mengupayakan perdamaian. Jadikan agama Islam niscaya sebagai Islam rahmatan lil ‘alamin, penuh kasih dan toleran.
Mayat-mayat yang membusuk di Aceh akan kekal dikenang sebagai akibat murka-Ku. Takutlah akan murka-Ku yang seperti itu di kemudian hari. Maka jangan sekali-kali menganiaya dan berbuat keji atas nama agama-Ku. Hentikanlah peperangan, terlebih peperangan yang mengatasnamakan agama dan atas Nama-Ku. Hentikan saling mengancamkan persenjataan nuklir.
Wahai bangsa-bangsa yang beradab, jangan kauhancurkan dunia ini dengan nuklir karena kecemasanmu menghadapi masalah peperangan. Siapa-siapa yang berani menembakkan nuklirnya, Kumusnahkan negaranya. Perubahan besar dunia akan terjadi, bencana alam akan mengubah peta dunia.
Jangan sekali-kali menggunakan senjata nuklir dan senjata kimia pembunuh massal. Aku langsung akan menghukum bangsa yang memusnahkan kehidupan dan alam. Kuledakkan dan Kuhancurkan negaranya oleh Tangan-Ku sendiri. Kiamat Kudatangkan kepada mereka. Dan bangsa yang menggunakan nuklirnya Kubinasakan seluruhnya sampai hanya tinggal puing-puing dan nama bangsa dan hanya kenangan tentang negara tersebut yang tertinggal. Takutlah pada pembinasaan-Ku itu.
Ingatlah kisah bangsa-bangsa yang Kubinasakan yang tertulis di dalam Al Quran seperti bangsa Tsamud dan ‘Aad dan juga takdir kebinasaan bangsa Maya dan Inca yang hanya dikenali dari artefak-artefak arkeologinya. Sungguh kemusnahan suatu bangsa tidak mustahil akan terjadi pada saat sekarang ini. Karena senjata nuklir itu sangat Kubenci.
Kejadian di Aceh hanyalah tanda Peringatan-Ku bagi seluruh bangsa-bangsa. Aku Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Kuasa dan Maha Penghancur dan Pencipta Kiamat. Jangan sampai membuat Aku harus membinasakan bangsamu.
Terimalah kejadian buruk di Indonesia ini sebagai keadaan yang Kuperingatkan bagi seluruh bangsa-bangsa.
Jakarta, 4 Januari 2005
|