|
Dan Aku menerima sumpahmu dan menjadikan sumpah itu sebagai penghalang segala marabahaya terhadapmu. Dan Akulah Tuhan Yang Maha Esa yang membawa segala kebajikan dengan kebajikan dan yang menerima sumpah yang baik dan membalaskannya dengan kebajikan dan perlindungan dan rahmat serta karunia. Jadilah umat yang saleh dan suci. Dan jadilah kau malaikat-malaikat-Ku di tengah umat manusia.
Kuangkat kamu ke atas tempat yang termulia. Kusucikan kamu menjadi umat manusia yang tersuci. Jadilah kamu panutan bagi seluruh umat dan bangsa-bangsa.
Kudatangkan kepadamu kepercayaan atas kebenaranmu. Kuangkat kamu melalui kebenaran-kebenaran Wahyu-wahyu-Ku. Dan kujadikan kamu umat-Ku dan kaum-Ku yang tersuci dan yang terpandang.
Jadilah Rasul yang adil terhadap semua umat dan agama-agama. Dan jadilah sumpahmu ini pembuka atas Rahmat-Ku yang besar kepadamu.
Mahoni, 26 Februari 2005 – Pukul: 16.31
Sebelum turun wahyu tersebut, Paduka Maharaja Ruhul Kudus mengajak seluruh kaum Eden untuk bersumpah dan YM Muhammad Abdul Rachman diminta untuk memimpinnya. Pada pukul 16.29 seluruh kaum Eden mengucapkan sumpah sebagai berikut:
Atas Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Kami bersumpah di hadapan-Mu, Tuhan, untuk setia kepada-Mu dan setia kepada Rasul-Mu dan mengutamakan-Mu lebih dari segala apapun. Dan kami bersumpah kepada-Mu untuk bertaat mutlak dan menjalankan syariat dan tarekat para malaikat. Dan jadikanlah kami, Tuhan, hamba-hamba-Mu, anak-anak-Mu yang melayani seluruh umat-Mu tanpa membedakan satu umat dengan umat yang lainnya.
Tuhan Allah junjungan kami, Engkau lepaskan kami dari agama Islam demi netralitas hati kami. Kami bersembah sujud kepada-Mu, Tuhan, karena Engkaulah yang Maha Tahu yang terbaik untuk kami.
Terimalah sumpah kami ini, Tuhan. Peliharalah kami dalam sumpah yang kami ucapkan di majelis-Mu ini. Sembah sujud kami.
|