Derita Yanthi dan Kanker Payudaranya PDF Print E-mail
Wahyu Tuhan Yang Maha Esa - 2005

 

Aku mengampuni Yanthi sebagaimana Aku mengampunimu. Tak kukatakan dia sakit karena sesungguhnya dia sedang terselamatkan. Dan Kami tak menyiksanya dengan penderitaan yang pedih, melainkan Kami mengangkat satu payudaranya demi kesuciannya.

Dan Aku berfirman untuknya, janganlah sedih karena kau sedang Kusucikan. Dan kau tak akan sakit sebagaimana sesungguhnya rasa sakit itu. Dan kau akan bergembira melihat hasilnya. Dan kau takkan menderita sebagaimana derita yang kau pikirkan dan orang-orang pikirkan, melainkan kau di dalam kebahagiaan yang sempurna. Dan Kami tak menyuruhmu melakukan kemoterapi karena mukjizat Kami adalah yang terbaik.

Pahamilah cara Kami mensucikanmu. Karena sesungguhnya, kerasnya penyakitmu adalah karena beratnya tanggung jawabmu atas penjagaan kesucian dirimu. Dan apabila kamu merasa takut dan menderita sakit, itu hanya sebagai tanda beban tanggung jawabmu terhadap amanat-amanat Kami.

Dan apabila kamu tersisih dari orang-orang yang normal karena kau merasa berpenyakit, ialah karena Aku ingin memelukmu. Dan untuk sementara memisahkan kamu dari khalayak karena Aku mencintaimu.

Dan Aku akan menjadikanmu sebagai simbol kesucian pusaka kerajaan. Karenanya Aku tak akan mungkin menyakitimu dan membuatmu menderita, melainkan peristiwa ini akan Kujadikan sebagai berita tentang kesakralan pusaka dan tahta singgasana.

Dan apabila kau merasa tak enak Kuberitakan sedemikian, maka itu sesungguhnya adalah hisab atas dosamu yang sesungguhnya tidaklah berat. Akan tetapi kesucianmu yang harus kau tebuskan, itulah yang berat.

Janganlah kau malu dengan berita-berita pensucianmu ini karena Aku harus menyatakan betapa penebusan kesucian demi kesakralan tongkat dan tahta singgasana itu tidak ringan.

Maka bila para perawat dan dokter mengkhawatirkan penyakitmu, itu sesungguhnya haruslah demikian pengetahuan dan pendapat semua orang. Namun karena kau telah melaksanakan dengan penuh tanggung jawab dan baik atas tugasmu itu, maka dapatlah Kukatakan bahwa sesungguhnya kemenanganmu itu adalah yang akan Kukemukakan bahwa penyakitmu itu tidaklah berat bagimu di hadapan Kami. Dan penyembuhanmu itu tidaklah sulit sebagaimana orang lain yang mengalaminya, yang mengalami penyakit yang sama dengan-mu.

Akan tetapi, penyakitmu yang berat ini menjadi simbol, simbol Kemukjizatan-Ku dan simbol tebusanmu. Beratnya penyakitmu, beratnya penebusanmu. Baiknya Mukjizat-Ku yang terbaik bagimu sehingga Mukjizat-Ku pun terberitakan dan penebusanmu pun menjadi kisah kitab suci.

Sungguh tak ada yang dipermalukan karena kau tidak melakukan perzinahan. Sungguh kau taat kepada Kami sehingga kau selalu menjaga kehormatanmu. Maka tak perlu ada yang kau permalukan karena sesungguhnya tak ada kenistaan yang sudah kau perbuat.

Sesungguhnya penyakitmu ini hanyalah alasan, alasan bagiKu untuk mengutarakan tentang perbaikan moral kaum perempuan dan ancaman bagi para perempuan yang mencintai orang yang bukan suaminya. Akan tetapi, seorang Muslimah yang salehah semacam kau yang tak bisa menghindar dari deraan perasaan cinta, tetapi yang selalu menjaga kehormatannya, maka sesungguhnya penyakitmu ini melibatkan harga dirimu.

Namun dengan ketaatanmu dan perbuatan kebaikanmu, penyakitmu inilah yang akan menjadikanmu mulia karena sesungguhnya kau tak bersalah sebesar yang seharusnya terjadi. Namun Kuangkat kamu menjadi orang yang mulia karena kau telah menderita oleh karena kesakralan tongkat dan tahta singgasana.

Wahai Yanthi anak-Ku, kau tersiksa, tapi kau bahagia. Kau menangis, tapi kau tersenyum dan tertawa. Kau akan panjang umur.

Ijen, 14 Juli 2005 – Pukul: 19.45 – 20.30

 
 

Galeri Foto

Galeri Foto Eden
Menu Utama
Home
Rahasia
Wahyu Tuhan
Fatwa Malaikat Jibril
Lembaran Eden
Gizi untuk Jiwa
Galeri Foto
Kidung Eden
Profil
Search
Site Map
Wahyu Terbaru
Syndicate