|
Page 1 of 3 Surat Terbuka Ruhul Kudus Perihal Pernyataan Hasyim Muzadi di Jember, 30 Desember 2005
Atas Nama Tuhan Yang Maha Membalas Penganiayaan terhadap Para Utusan-Nya Salam Dari Surga
Akulah Jibril Ruhul Kudus yang selalu mengawasi penyidikan atas tuduhan penodaan agama oleh Lia Eden dan komunitasnya. Dan akulah pula yang menjanjikan kepada mereka kuasa Tuhan atas pembelaan terhadap diri mereka. Kupersiapkan pembelaan atas diri mereka melalui alam semesta dan penanganan langsung dari Jibril sebagai malaikat penghukum dosa-dosa.
Akulah Hakim Allah di Mahkamah-Nya yang menghakimi orang-orang yang telah menganiaya Lia Eden dan pengikutnya, dan yang telah menzalimi Tahta Suci Eden Kerajaan Tuhan.
Adalah Hasyim Muzadi yang mengatasnamakan PBNU dan dia telah menyerukan kepada pemerintah agar menghentikan ajaran Jibril dan keberadaan Surga, Tahta Suci Kerajaan Tuhan. Dia menyatakan hal tersebut di Jember tanggal 30 Desember 2005 di tengah ribuan massa dan ulama NU.
Adalah tanah longsor dan banjir bandang telah menimpa Jember tak berselang lama setelah itu. Banjir bandang di Jember terjadi kurang dari tiga hari setelah pernyataan Hasyim Muzadi tersebut. Ini menandakan murka Allah atas pernyataan tersebut. Bila sebuah organisasi yang terbesar di negara ini ingin menghentikan Kerajaan Tuhan, bala yang besar pun menjadi tanggapan Tuhan.
Berhati-hatilah menanggapi kedatangan Kerajaan Tuhan ini. Bilamana penolakan ini meluas, tak ada Kerajaan Tuhan di negeri ini. Itu berarti yang mendominasi negeri ini adalah kerajaan iblis. Dan Tuhan akan mengangkat Surga dan Kerajaan-Nya kembali ke langit, atau menjadikannya di negara lain mengikuti penerimaan bangsa itu atas Kerajaan Tuhan ini.
Bertitik tolak pada penilaian Tuhan terhadap seruan Hasyim Muzadi di Jember yang mengatasnamakan PBNU, sedangkan NU adalah organisasi Islam terbesar di Indonesia, maka peran serta Hasyim Muzadi dan PBNU di dalam penolakannya terhadap Kerajaan Tuhan, yang disertai golongan MUI dan kelompok penzaliman komunitas Eden yang terdiri dari beberapa organisasi Islam, Lembaga Penelitian dan Pengkajian Islam (LPPI), Dewan Dakwah, Persatuan Islam (PERSIS), Hidayatullah dan lain-lainnya, dan ditambah dengan masyarakat yang terpengaruh oleh hasutan mereka, hal itu dipentingkan Allah karena Tuhan menganggap penolakan Kerajaan Tuhan ini telah diamini oleh sebagian besar umat Islam dan para ulamanya di Indonesia.
Adapun tanggapan Menteri Agama, H. M. Maftuh Basyuni, yang telah menurunkan fatwanya yang meneruskan fatwa MUI bahwa Lia Eden dan ajaranku adalah sesat, alangkah mudahnya semuanya menilai sesat tanpa mau meneliti dengan seksama. Menurut kami, fatwa Menteri Agama telah resmi mewakili seluruh Pemerintah Indonesia.
Dan adapun tanggapan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan para petinggi negara yang telah kupentingkan mengiriminya risalah Ruhul Kudus, tak satu pun yang mengindahkannya. Nyatanya, mereka membiarkan penganiayaan terhadap Lia Eden dan Kerajaan Tuhan terjadi di depan mata mereka. Atas pertimbangan itu semua, maka Tuhan pun akan menurunkan pembalasan-Nya. Tiada lagi yang dapat memperimbangkan pelaksanaan ancaman murka Tuhan. Fitnah-fitnah telah berhamburan semena-mena, hujatan-hujatan sudah tak berakal. Tuhan tak mungkin lagi mengurungkan Fatwa-Nya. Maka, kami pun bekerja menyambut Fatwa Tuhan sebagai berikut:
|